Manajemen BoQ & Budget
Kontrol ketat antara budget rencana vs realisasi biaya material dan jasa.
Construction & Real Estate · Solusi Bisnis Jogja
Platform manajemen konstruksi ini dirancang untuk menjembatani komunikasi antara kantor pusat, tim lapangan, dan klien. Sistem mencakup pengelolaan Bill of Quantities (BoQ), pengadaan material (Procurement), hingga laporan harian proyek otomatis. Dibangun dengan fokus pada akurasi data biaya untuk mencegah pembengkakan anggaran selama masa pembangunan.

Detail project
Implementasi dapat menyesuaikan skala usaha, alur kerja, cabang, dan target pelanggan di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, maupun Gunungkidul.
Fitur unggulan
Kontrol ketat antara budget rencana vs realisasi biaya material dan jasa.
Input log harian disertai bukti foto GPS-tagged untuk validasi kehadiran dan progres.
Sistem permintaan barang dari site ke gudang pusat hingga approval pembelian vendor.
Monitoring performa dan kontrak pihak ketiga dalam satu platform terpusat.
Penjadwalan fase proyek yang interaktif untuk memantau jalur kritis (critical path).
Pengelolaan tagihan berdasarkan milestone progres yang telah disetujui pengawas.
Alur penggunaan
Input data BoQ, durasi proyek, dan alokasi tim serta sub-kontraktor.
Tim lapangan mengisi log harian dan melaporkan kendala melalui aplikasi mobile.
Site Manager atau Konsultan Pengawas melakukan verifikasi progres fisik.
Sistem menghitung efisiensi anggaran berdasarkan pemakaian material real-time.
Penerbitan Berita Acara Progres (BAP) sebagai dasar penagihan termin ke klien.
Tujuan bisnis
Kontraktor seringkali menghadapi selisih antara progres fisik di lapangan dengan laporan biaya yang masuk ke keuangan. Keterlambatan pengiriman material dan kurangnya dokumentasi harian sering menjadi penyebab klaim penalti dari pemilik proyek.
Aplikasi ini menghadirkan 'Bento Grid' dashboard yang menyajikan data real-time: sisa anggaran, stok material di site, hingga cuaca di lokasi proyek. Tim lapangan cukup mengunggah foto melalui aplikasi mobile untuk memperbarui persentase progres secara otomatis.
Dengan sistem ini, efisiensi manajemen material meningkat hingga 20% karena kontrol yang lebih ketat pada rantai pasokan dan validasi bertingkat sebelum material dipesan.