Unit Serial Tracking
Lacak kondisi tiap unit alat secara spesifik, bukan sekadar jumlah stok total.
Outdoor & Rental Management · Solusi Bisnis Jogja
Sistem ini dirancang khusus untuk operasional penyewaan alat outdoor skala menengah hingga besar. Mendukung manajemen inventaris detail seperti ukuran sepatu trail, masa pakai tenda, hingga kalibrasi kompor. Dilengkapi dengan sistem deposit otomatis dan integrasi asuransi alat untuk meminimalkan risiko kerugian vendor.

Detail project
Implementasi dapat menyesuaikan skala usaha, alur kerja, cabang, dan target pelanggan di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, maupun Gunungkidul.
Fitur unggulan
Lacak kondisi tiap unit alat secara spesifik, bukan sekadar jumlah stok total.
Kalender reservasi interaktif untuk mencegah double-booking pada tanggal yang sama.
Kalkulator otomatis untuk denda keterlambatan atau biaya kompensasi kerusakan alat.
Status khusus untuk alat yang kembali dalam keadaan kotor dan sedang diproses pembersihan.
Pengelolaan uang jaminan pelanggan yang terintegrasi dengan status pengembalian barang.
Notifikasi otomatis jika alat (misal: tali climbing) sudah mencapai batas pakai aman.
Alur penggunaan
Pelanggan memilih alat dan durasi sewa melalui portal web atau langsung di toko.
Input data identitas (KTP/SIM) dan pembayaran biaya sewa plus uang jaminan.
Petugas scan barcode unit barang yang diambil untuk menandai status 'In Use'.
Pengecekan kondisi fisik barang saat kembali oleh petugas Quality Control.
Refund deposit jika barang aman, dan unit masuk ke antrean pembersihan/maintenance.
Tujuan bisnis
Masalah utama vendor alat camping adalah hilangnya jejak unit barang (seperti kompor atau trekking pole) dan kesulitan memantau kondisi barang setelah kembali. Sering terjadi bentrok booking karena data stok tidak sinkron secara real-time.
Solusi ini menghadirkan manajemen unit unik (Serial Number tracking). Setiap tenda atau pasang sepatu memiliki ID sendiri, sehingga riwayat kerusakan dan durasi pemakaian dapat dipantau. Sistem juga memiliki modul 'Maintenance Mode' untuk memisahkan barang yang sedang dicuci atau diperbaiki.
Implementasi sistem ini berhasil menurunkan angka kehilangan unit hingga 25% dan mempercepat proses check-out barang di toko sebesar 50% melalui sistem barcode.